Overthinking, Overwhelm, Overload. Kondisi Manakah Yang Sedang Kamu Alami Saat Ini?

Pasti kalian sudah sering mendengar kata overthinking, kan? Lalu, bagaimana dengan overwhelm dan overload? Sama ngga sih pengertian 3 O tersebut? Nah, jangan sampai salah memahami bahasa tubuhmu sendiri. Karena masing-masing dari kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda.

Sebenarnya overthinking, overwhelm dan overload memiliki definisi yang berbeda meski sama-sama berkonotasi negatif. Tentu saja kondisi tersebut tidak bisa disepelekan.

Nah, apa sih dampaknya untuk kesehatan mental kita? Kondisi mana yang sedang kamu alami saat ini? Dan bagaimana cara tepat mengatasi agar kita bisa keluar dari kondisi tersebut?

Yuk, cari tahu perbedaan dan cara menangani 3 kondisi di atas, cekidot!

Overthinking

Ilustrasi overthinking | executivesecretary.com

Istilah overthinking ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir atau memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan. Pada umumnya, orang yang terlalu banyak berpikir tidak menyadari jika mereka memiliki kebiasaan tersebut. Tentu saja hal ini tidak baik untuk kesehatan mental dan dapat menyebabkan gangguan kecemasan atau depresi.

Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena perasaan takut berlebihan dan khawatir terus menerus, bahkan dapat membuat suasana hati menjadi sedih dan kehilangan minat dalam banyak hal.

Tanda kamu mengalami overthinking

  • Orang-orang yang mengalami overthinking tidak fokus pada solusi atau cara menyelesaikan masalah. Melainkan fokus pada masalah itu sendiri dan memikirkan kemungkinan yang seharusnya tidak perlu.
  • Berpikir repetitif merupakan tanda dari overthinking. Pikiran berulang yang cenderung menganalisis masalah, kekurangan diri, kesalahan yang dilakukan dan membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi justru membuat kamu kesulitan mengambil keputusan.
  • Sulit move-on dari keputusan yang dibuat secara tidak tepat atau salah langkah. Ujung-ujungnya yang terjadi kamu menyalahkan diri sendiri dan sibuk memikirkan berbagai kemungkinan jika saja kamu tidak salah mengambil keputusan.

Dampak overthinking dan cara menanganinya

Dampak dari overthinking yang paling menonjol adalah Stres, yaitu dikarenakan otak sibuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu secara berlebihan, akibatnya tekanan psikologis menjadi lebih besar dan berdampak pula pada gejala fisik yang meliputi detak jantung meningkat, konsentrasi terganggu, sakit kepala dan mual. Selain itu juga dapat memicu resiko terjadinya penyakit mental seperti gangguan kecemasan, serangan panik dan depresi

Langkah awal untuk mengatasi overthinking ialah dengan mencari tahu pemicunya. Dengan mengetahui pemicunya kamu akan lebih waspada untuk mengontrol diri dan mengerem kebiasaan ini.

Lepaskan pemikiran yang membuatmu cemas. Jangan hanya terpaku pada masalah, tetap amati dan evaluasi masalah juga pikirkan solusi untuk mengatasi problem tersebut. Yang terpenting ialah, jangan larut dalam penyesalan ketika kamu salah mengambil keputusan. Namun, belajarlah dari kesalahan tersebut agar tidak terulang di kemudian hari.

Overwhelm

Pernah merasa kewalahan ketika mengerjakan banyak hal? Ya, ini yang disebut overwhelm. Setiap orang pasti pernah merasa kewalahan ntah karena pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga atau tugas sekolah. Namun, terus memikirkan perasaan overwhelm dapat mempengaruhi kesehatan mental dan produktivitas kita karena menyebabkan kita sulit berpikir jernih.

Tanda dan dampak kamu mengalami overwhelm

  • Hilang fokus, konsentrasi menurun dan merasa kekurangan waktu merupakan tanda dari overwhelm. Kamu sulit fokus pada apa yang kamu kerjakan dan selalu dikejar waktu membuatmu merasakan kewalahan.
  • Detak jantung terasa cepat dan sulit bernapas termasuk gejala fisik dari overwhelm. Hal ini menyebabkan kamu tidak produktif dalam menjalani kesibukan sehari-hari karena perasaan tidak nyaman tersebut.
  • Perubahan emosi dan perilaku seperti kemurungan, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna merupakan tanda yang paling riskan dari overwhelm karena sudah menyerang kesehatan mental kamu.

Cara menangani overwhelm

Biasakanlah untuk tidak menunda pekerjaan dan melakukan satu tugas pada satu waktu. Memaksakan diri untuk multitasking menyebabkan seseorang kewalahan. Cobalah untuk mendengarkan musik relaksasi serta pola tidur yang cukup dapat membantu pikiran agar rileks.

Cobalah mengistirahatkan pikiranmu dari pemicu overwhelm tersebut. Pergi berlibur, menonton film favorit atau melakukan hobi untuk mengembalikan mood kamu. Jika sudah merasa lebih baik, kamu bisa kembali menyelesaikan tanggung jawabmu.

Kamu juga harus memperhatikan pola makan dan lakukan olahraga seperti yoga atau meditasi. Serta perbanyaklah minum air putih.

Overload

Overload dapat diartikan sebagai suatu yang berlebih dan tidak dapat diatasi sendirian. Overload mengacu pada beban kerja yang menumpuk berlebihan dan sulit untuk menghandle semuanya sendiri. Istilah lain dari overload yaitu, overwork.

Tanda kamu mengalami overload

  • Kondisi fisik yang sering terjadi yaitu merasa kepayahan hingga kesehatan mental pun terganggu seperti stres kronis.
  • Kurangnya fokus dalam menganalisis masalah, hilangnya semangat dan beban pekerjaan terasa sangat berat.
  • Ketika kamu berada di titik segalanya menumpuk dan kamu hanya mampu melambaikan tangan untuk menyerah.

Dampak dan cara menanganinya

Dampak dari overload yaitu menghambat proses pengambilan keputusan sehingga sangat mudah mengambil keputusan yang salah. Selain itu juga sering melupakan hal-hal krusial yang seharusnya dilakukan.

Penanganan pertama yaitu berhenti sejenak untuk menenangkan kembali pikiran kita. Coba melakukan Triangular Breathing dengan cara menarik nafas dalam 3 hitungan, menghembuskan nafas dalam 3 hitungan, dan berhenti dalam 3 hitungan. Hal tersebut dapat mengurangi kecepatan detak jantung kita sehingga mengurangi stres yang sedang terjadi.

Fokuslah pada satu hal yang paling prioritas dan kerjakan hari itu juga. Jika kamu masih merasa stuck, maka lakukan dari hal terkecil dulu untuk mengurangi beban di pikiran. Suatu upaya untuk mengalihkan beban yang sangat berat menjadi lebih mudah.

Ekspresikan emosimu. Jangan simpan semua kekhawatiran di otak. Mulailah membangun kebiasaan journaling untuk memahami kondisimu. Serta biasakan membuat to-do-list untuk memudahkan dalam mengingat apa yang harus dikerjakan sehingga pikiranmu tidak kelebihan muatan.

Jadi, kondisi mana kamu yang sedang kamu alami? Semoga tips-tips di atas dapat membantu mengatasi keluhanmu agar tidak semakin memperparah kondisimu karena akan menghambat produktivitas dirimu. Healthy Mind Happy Life 💝

8 pemikiran pada “Overthinking, Overwhelm, Overload. Kondisi Manakah Yang Sedang Kamu Alami Saat Ini?

  1. Saya merasakan ketiga hal ini secara bersamaan, Kak.
    Hidup pada saat ini rasanya berat, dan setiap hari tekanan demi tekanan konstan berdatangan. Saya penasaran sungguh, sampai kapan saya dapat bertahan ? Sampai kapan saya harus berdansa ditengah hujan bersama tekanan-tekanan hidup ini.
    Eaa..kok malah curhat haa

    Disukai oleh 1 orang

      1. Saya menerapkan apa yang tertulis di sini, Kak. Menulis di Bloh adalah salah satu cara untuk dapat memfokuskan pikiran, dan menghadapi badai demi badai yang melanda wkwk.
        Namanya hidup ya, ada naik dan ada turun juga. Saya menikmatinya dengan puas!

        Disukai oleh 1 orang

      2. Betul kak. Ambil wktu sejenak untuk menyalurkan emosi kita melalui hal yg membuat kita senang atau nyaman jg dapat membantu meredakan kondisi tsb.
        Selamat berjuang.. Kamu ngga sendirian kok, semangatt🤗

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan komentar