Surat kecil untuk Nayu

Hai, 2025 belum ada post sama sekali yah. Sama seperti post terakhirku tahun lalu, aku masih struggle dengan diriku. Berada di usia 25 ada aja gebrakan mentalnya haha. Aku benar-benar rindu curhat retjeh ini! Dimana aku bisa ter-connect dengan diriku, mengurai apa saja yang ada dalam kepalaku karena saat ini aku merasa benar-benar lagi kacau.

25 bukan hanya sekedar angka, tapi banyak sekali tuntutan sosial yang datang. Seperti tuntutan untuk menikah, tuntutan akan pencapaian diri, tuntutan finansial, karier, ini dan itu hufft. Jujur saja aku sempat terbawa arus oleh ekspektasi orang lain terhadapku dan sampai saat aku mengetik ini pun aku masih terbawa arus dimana aku berusaha untuk mencapai semua itu padahal kemampuan diriku nggak sanggup untuk mencapainya saat ini.

3 bulan terakhir ini aku merasa kehilangan sebagian diriku, Nayu yang ceria, optimis, selalu bahagia dengan caranya sendiri, merasa cukup dengan dirinya, Nayu yang enjoy dengan prosesnya dan ngga membandingkan hidupnya dengan orang lain. Kini aku merindukan dan membutuhkan sebagian diriku yang itu.

Sedih rasanya merindukan sebagian diri kita yang mungkin saat ini lagi tenggelam karena tertumpuk oleh pikiran-pikiran negatif itu. AAAAA! Aku benar-benar rindu keceriaan, optimisme dan kebahagiaan versiku itu! YA! Itu bagian favorit dari diriku!

Berjuang sendirian untuk diri sendiri memang sulit ya, tapi bukan berarti nggak mungkin untuk bisa bangkit lagi. Pokoknya aku harus menarik Nayu yang ceria, optimis dan penuh kebahagiaan itu untuk muncul lagi di dalam diriku!

Apapun yang terjadi, harus tetap bahagia dan nikmatin hidup yah. Sayang banget kalau hidup cuma dilewatin tanpa dinikmatin. Nikmati versi sederhanamu saja tanpa membandingkan dengan yang lain. Yuk, bangkit. Orang yang paling sayang dengan dirimu adalah dirimu. Jadi, yuk tata lagi hidup kamu, nggak ada kata terlambat untuk belajar dan memperbaiki diri. Sayangi diri kamu ya, Nayu.

Tinggalkan komentar