
Hai sobat wordpressku.. lumayan lama nggak nge-blog yaa, ehh udah lebaran 2024 aja hehe minal aidin wal faizin yaa mohon maaf lahir dan batin untuk kawan-kawan bloggerku barangkali ada tulisan aku yang kurang berkenan mohon di-maapkeun gitu yahh namanya juga manusia tidak luput dari kesalahan (peace✌). Naah, ada cerita apa nih di hari lebaran kalian? Boleh dong sharing sama aku di bawah hehe.
Btw guys, aku mau sedikit curhat nih perihal kisah lebaranku yang menyedihkan.. yahh lebih ke ngenest sih haha. Jadi, lebaran kali ini tuh salah satu momen yang amat aku nantikan dimana aku menunggu kedatangan seseorang yang bisa dibilang cukup special lah ya. Tapi ngenestnya seperti kebanyakan yang pernah orang alami, rencana nggak selalu sesuai kenyataan dan yahh that’s life.
Ia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh saudara jauh padaku. Singkat cerita, kami deket kurang lebih tiga bulanan, sebenarnya ia satu kota denganku tapi faktor pekerjaan yang membuat kami LDR Kota Pahlawan – Sunrise of Java aka Banyuwangi. Sebagai pejuang LDR, pertemuan menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu untuk melepas rindu yang sekian waktu digenggam erat-erat tapi apalah daya semesta berkehendak lain.
Asmara tragis ini dimulai di saat kami dihadapkan pada situasi yang cukup rumit dan mungkin karena ke-egoisan, pengambilan keputusan yang impulsif dan ketidakmampuan untuk berkompromi yang bikin rencana pertemuan kami menjadi chaos. Hubungan kami tiga hari menjelang lebaran sedang nggak baik-baik aja, saat lebaran pun situasi masih berantakan hingga hari ini kami tidak berkomunikasi dan saat inilah secuil kisah ngenest di hari lebaranku bermula.
Gerimis di siang menjelang sore ini aku pergi ke cafe yang seharusnya menjadi tempat kami bertemu. Aku memesan affogato dan croissant, lalu memilih meja di sebelah tangga. Beberapa menit berlalu, aku baik-baik saja sendiri disini sambil menikmati camilanku namun seketika situasi itu menjadi menyesakkan saat aku memperhatikan sekeliling cafe yang penuh dan bising, orang berbicara sahut-menyahut seperti kekacauan dalam pikiranku tapi sialnya aku malah merasa kesepian selayaknya hatiku yang sedang lara ini, hiks.
Jujurly, aku masih mengharapkan pertemuan kami yang sejak konflik itu tak pernah ia bahas lagi. Gigitan croissantku terasa mengenaskan saat aku mengamati tangga dimana orang lalu lalang dan bodohnya aku menantinya muncul menaiki anak tangga itu lalu berjalan ke arahku kemudian duduk di hadapanku dan aku akan menyambutnya dengan senyum terhangatku. Ya, menyebalkan! Kenapa di keramaian ini aku masih memikirkannya padahal aku tau betul ia tidak akan menemuiku dan konyolnya lagi, aku masih mengandalkan keajaiban yang itu hanya omong kosong bahwa ia akan datang, meski kenyataannya ia tidak pernah datang.
Aku sudah mempersiapkannya, baju yang kubeli sebulan lalu untuk kupakai hari ini, warna lipstick yang ia sukai dan parfum special untuk pertemuan kami yang aku nantikan sejak tiga bulan lalu. Tapi pahitnya, aku sendirian disini.. dicekik kesepian selama dua jam (nggak pulang-pulang kejebak ujan juga sih hehe).
Untuk beberapa saat aku merasa buruk dengan apa yang terjadi hari ini, tapi lucunya kejadian ini ada plot twistnya guys, di perjalanan pulang aku tiba-tiba merasa lega dengan apa yang aku lalui. Sesampainya di rumah, aku memutar kembali memori saat aku pergi ke cafe dan apa yang kurasakan disana ternyata nggak seburuk itu kok hehe yang bikin buruk itu karena terbawa suasana akhirnya mendramatisir keadaan, biasa lah ya orang lagi galau sering cocoklogi sama hal-hal menyedihkan. Tapi kenyataannya aku nggak se-menyedihkan itu kok. Yah, mungkin cuma butuh refreshing sejenak aja kali ya.. yang terjadi hari ini adalah sebagian dari perjalanan hidupku dan ketika menulis ini aku sudah bisa menerimanya.
Begitulah perjalanan hidup, kadang ngerasa jadi orang paling ngenest di dunia padahal kalo diingat-ingat kocak juga muncul pikiran kaya gitu haha padahal masih banyak hal yang bisa kita syukuri tapi karena kesedihan sesaat jangan sampai membuat kita lupa oleh nikmat yang ada.
But, thanks a lot udah baca curhatan retjehku ini… kedepannya aku akan belajar untuk lebih menyesuaikan diri sesuai porsi terhadap orang lain supaya nggak terulang lagi kebodohan yang membuatku malu ketika mengingatnya haha. Apapun yang terjadi, tetap bahagia dengan dirimu sendiri. Bye-bye!
