
Hai, lama ya ngga ngisi blog ini.. disamping kesibukan aktivitas sehari-hari, juga karena ke-mager-an yang hqq buat buka laptop dan mulai ngetik untuk nuangin segala sesuatu yang berkecamuk di dalam pikiran. Ada baaanyak sekali hal yang ingin aku bagi, pada siapapun yang membaca curcol-an retjeh ini.
Hmmhh.. semakin bertambah usia, rasanya tak henti-hentinya beradaptasi pada banyak hal di dalam hidup. Bukan hanya pada hal-hal yang berat aja, kadang pada sesuatu yang semudah saat kita merasa happy aja masih butuh alasan dari rasa bahagia itu. Padahal, bahagia adalah nikmat yang Tuhan berikan dan ngga butuh alasan. Kita hanya perlu mensyukurinya, se-simple itu. Haha kadang yang namanya manusia, udah ada yang gampang eh masih nyari yang berbelit-belit dan bikin hidup jadi rumit. Yaa, ngga semua pertanyaan musti ada jawabannya dan ngga semua yang dirasakan musti beralasan kan?
Setiap jarum jam yang berputar, membawa perubahan yang besar di dalam hidupku. Namun, yang masih saat ini terasa begitu nyata adalah rasa kesepian yang terkadang singgah. Setiap waktu kosong yang tersisa di penghujung hariku, kesepian itu mencari celah untuk menghampiri dan menghantui pikiran, perasaan dan suasana hatiku.
Aku bertanya-tanya, mengapa rasa sepi itu ada? Dan mengapa kita masih merasakannya? Padahal, kita tak pernah benar-benar sendiri, sekalipun kita tak memiliki pasangan atau teman untuk berbincang… karena Tuhan selalu ada disamping kita kapanpun dan dimanapun. Bukankah seharusnya aku tidak merasa kesepian? Mengapa aku masih merasa kesepian sedang hubunganku dengan Tuhan sedang baik-baik saja?
Beberapa kali aku mencoba mengusir rasa sepi itu, melihat lebih dekat pada hal-hal baik dan segala sesuatu yang Tuhan beri dalam hidupku untuk lebih mensyukurinya. Namun, tak jarang pikiranku mengalihkan pada sesuatu yang hilang atau belum aku miliki padahal bukan hak aku untuk larut pada sesuatu yang telah Tuhan ambil atau belum Tuhan beri untukku. karena sudah pasti pada saat ini itulah yang terbaik.
Untuk mengatasi hal itu, aku belajar untuk menerima segala perasaan yang muncul alih-alih menyangkalnya. Mungkin, saat ini aku memang sedang kesepian dan tidak apa-apa untuk merasakan itu sejenak. Bukan berarti selama nya kita akan merasa kesepian. Itu hanya perasaan normal yang muncul datang dan pergi saja. Terdengar mudah, tapi ngga jarang kita tersiksa dengan perasaan tersebut haha.
Dari perasaan yang muncul, ada ilmu baru yang aku dapatkan adalah penting untuk kita ketahui bahwa sebenarnya kita bisa mengendalikan emosi atau perasaan kesepian tersebut. Kita memilih untuk larut lebih lama dalam kesepian itu atau mengendalikan kesepian dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan positif. Pilihan ada pada kita karena kita yang menentukan seberapa lama kesepian itu akan menemani hari-hari kita dan menghambat produktivitas serta menurunkan kesehatan mental kita. Kita berhak menentukan, karena kita memiliki kendali untuk mengatasi kesepian tersebut dengan cara kita sendiri.
Nah, dari sinilah aku mengatasi rasa kesepianku dengan hal-hal positif yang mulai aku terapkan untuk menjadi habit dan menambah produktivitasku sehari-hari. Seperti rutin olahraga yoga, meng-upgrade skill menggambar, mengatur pola makan yang sehat (meski masih ada cheating-cheating dikit ngga papa lah yaaa, jangan terlalu keras sama diri sendiri haha), mengendalikan pikiran dari hal-hal negatif, berusaha untuk mengatur emosi dan sesuatu yang mengarah pada self-improvement.
Selama nafas masih berembus, kita juga masih keep struggling untuk hidup kita sendiri supaya menjadi lebih baik. Jadi, tetap semangat untuk jatuh-bangun yang menghantam petualangan hidup kita. Selalu yakin, dan Tuhan ada bersama kita.

Always be happy nayuuu… 🥰🥰😍❤️
SukaDisukai oleh 1 orang
Pasti mba.. Peluk jauh (sekalian sama calon debaynya) 🤗🤗🥰❤️
SukaDisukai oleh 1 orang
Peluk jauh kamu juga ❤️🥰 sehat² yaaa disana ❤️
SukaDisukai oleh 1 orang