5 Alasan Cowok Pemendam Wajib Nonton Film Noktah Merah Perkawinan!

Image: instagram @rapifilm

Kalian pernah punya pasangan yang kalo ada masalah sukanya memendam atau ngehindar gitu ngga sih? Susaaah banget diajak komunikasi. Adaaa aja alasannya. Yang sibuk inilah itulah hadeuhh! Kesel sendiri ngga sih ngadepin pasangan yang kaya gitu?

Film Noktah Merah Perkawinan ini mewakili perasaan kalian akan pasangan yang suka menghindari masalah. Banyak banget pesan moral yang bisa diambil dari film yang dibintangi aktor Oka Antara ini dan relate dengan kehidupan rumah tangga pada umumnya.

Dan buat kalian para cowok pemendam sampai kapan sih mau kabur dari masalah melulu? Ngga capek? Nih 5 alasan logis kenapa kamu harus nonton film ini untuk memperbaiki kualitas hubunganmu dengan pasangan. Cekidot!

1. Belajar menjalin komunikasi yang baik adalah koentji

Salah satu koentji hubungan yang sehat adalah komunikasi yang terjalin baik dengan pasangan, terkadang akar sebuah masalah ialah kesalahpahaman karena komunikasi yang buruk sehingga tidak saling memahami maksud satu sama lain dan malah sibuk dengan asumsinya sendiri.

Dalam film Noktah Merah Perkawinan ini, Gilang sering kali menghindar saat Ambar mengajak untuk mengkomunikasikan permasalahan yang ada dalam rumah tangga mereka. Kerap kali ia merasa tersudut sehingga si cowok pemendam ini selalu lari dari permasalahan. Alhasil, bukannya terselesaikan satu masalah eh malah menumpuk dengan masalah baru dan begitu terus sampai 11 tahun usia pernikahan mereka. Ya, 11 tahun! Bukan waktu yang sekedip! Jelas aja, Ambar udah capek sama siklus permasalahan rumah tangga mereka yang tak pernah terselesaikan.

Menjalin komunikasi yang baik tidak selalu mudah, kamu juga perlu tau seninya lho. Salah satunya ialah 3P penerimaan, pemahaman dan penyelesaian masalah. Ya iyadong, tanpa pemahaman akan terasa ngga dihargai. Tanpa penerimaan yang baik akan berujung pada hilangnya kepercayaan dan tanpa penyelesaian masalah ya percuma dong, ngga akan merasa terbantu.

Jadi, kamu yang sering memendam masalah lebih baiknya belajar menerima pesan pasangan, memahami maksud baiknya dan berniat untuk menyelesaikan bersama-sama. Percaya deh, pasti segalanya akan terasa lebih mudah kalau sudah tau ilmunya dan dilakukan bersama.

2. Kejujuran dan keterbukaan adalah hal yang krusial

Selain komunikasi yang baik. Kejujuran dan keterbukaan adalah fondasi dalam suatu hubungan. Pertengkaran hebat yang terjadi pada rumah tangga Gilang dan Ambar disebabkan oleh ketidak-terbukaannya Gilang pada istrinya saat ia diam-diam membantu finansial kakak Ambar karena ibu Ambar meminta Gilang merahasiakan itu dari Ambar.

Hal ini mengecewakan Ambar karena sang suami tidak jujur dalam keuangan rumah tangga mereka meski Gilang bermaksud baik untuk membantu dan tidak ingin sang istri khawatir namun Ambar merasa tidak dihargai dan tidak dianggap sebagai istri dalam pengambilan keputusan tersebut.

Finansial bisa saja menjadi sesuatu yang sensitif untuk dibicarakan, sekalipun dalam pernikahan. Tapi faktor ini tidak jarang memunculkan masalah yang serius dalam rumah tangga. Maka dari itu, cobalah terbuka dan jujur pada pasangan tentang kondisi finansial keluarga. Terlebih saat akan mengambil keputusan yang besar terkait keuangan. Dengan begitu pasangan akan merasa dihargai dan dilibatkan dalam keputusan penting yang terjadi di hidupmu. Bukan hanya merasa sekedar ada dan tidak tahu apa-apa.

3. Mengesampingkan ego dalam penyelesaian masalah

Menyelesaikan masalah di saat emosi menguasai tidaklah membantu, yang ada hanya memperkeruh keadaan. Pasalnya, pengambilan keputusan saat emosi masih mengelabui sering kali hanya akan berakhir pada besarnya ego masing-masing. Cobalah mengambil waktu sejenak untuk menjernihkan pikiran agar ego yang tinggi bisa dikesampingkan.

Belajar untuk menepis gengsi meminta maaf lebih dulu, menurunkan ego untuk tidak merasa paling benar sangatlah membantu dan membuat pasangan merasa dimengerti. Maka dari itu, dibutuhkan pengelolaan emosi yang baik dalam pernikahan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan menghindari percekcokan yang akan menyakitkan kedua belah pihak.

Dalam setiap permasalahan usahakan menyelesaikan dengan kepala dingin agar komunikasinya juga nyaman. Ini salah satu skill penting lho sobat!

4. Melibatkan pasangan dalam hidupmu

Hal yang sering kali membuat Ambar kesal ialah kebiasaan suaminya yang suka memendam masalahnya sendiri. Bukannya berdiskusi untuk menyelesaikan bersama, Gilang malah mengabaikan masalah tersebut dan seolah tidak terjadi apa-apa.

Satu lagi kesalahan Gilang yang paling membuat Ambar kecewa ialah ia memilih curhat pada ibunya ketimbang istrinya. Otomatis ibunya lebih banyak mengetahui permasalahan yang dihadapi Gilang ketimbang istrinya sendiri. Hal itu memunculkan permasalahan baru dalam rumah tangganya yang mana sudut pandang ibunya Gilang terhadap Ambar menjadi negatif.

Di dalam pernikahan, pasangan berperan sangat penting. Saling menghormati dan menghargai dibutuhkan dalam pernikahan, tak terkecuali melibatkannya dalam pengambilan keputusan hal-hal penting di hidupmu. Jadi, jangan abaikan poin nomor 4 ini ya!

5. Bijak menetapkan batasan sejauh mana orang tua boleh ikut campur dalam rumah tangga

Dalam urusan rumah tangga anak tak luput dari perhatian orang tua. Memang, sah-sah saja mertua menanyakan kabar atau sekedar berkunjung ke rumah menantunya. Namun kalau sudah ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, itu sudah di luar batas wajar dan bisa menyebabkan masalah baru.

Ibunya Ambar sering meminta bantuan finansial pada Gilang tanpa sepengetahuan Ambar sedangkan ibunya Gilang kerap kali memprotes pola asuh Ambar terhadap anak-anaknya. Hal itu tentu membuat Ambar terpojok dan memengaruhi kualitas kenyamanan hubungan mereka apalagi kalau sang suami diam saja dan tidak mendukung istrinya di hadapan ibunya.

Dalam hal ini dibutuhkan kebijakan dan kesepakatan pasangan sejauh mana orang tua masing-masing boleh ikut campur urusan rumah tangga mereka. Jangan sampai karena orang tua terlalu jauh ikut campur malah membuat kepercayaan satu sama lain runtuh.

Menikah adalah komitmen seumur hidup dengan pasangan. Dan menjaga komitmen tidaklah mudah. Salah satu yang sangat membantu adalah keterbukaan komunikasi yang baik dan saling respect satu sama lain.

Jadi buat kamu para cowok pemendam, mulai sekarang ubahlah sifat merugikan itu sebelum bom waktu pasanganmu meledak dan membuatmu menyesal.

Buat kamu yang udah nonton film ini, apa pesan moral yang dapat kamu ambil? Share di kolom komentar yaa..

Tinggalkan komentar