Kamu Sulit Mengelola Emosi? Yuk, Mulai Journaling Dengan 4 Pertanyaan Penting Ini

Hai Readers! Kemampuan mengelola emosi berperan penting dalam menjaga kualitas hubungan dan kesehatan mental. Namun, bagi sebagian orang mengelola emosi tidaklah mudah. Seringkali mereka mengabaikan perasaan-perasaan tersebut, alih-alih mengakui dan menyambutnya dengan baik, mereka malah lari darinya. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Jika iya. Nah, aku ada tips untuk membantu mengelola emosi. Yakni, dengan journaling. Ada berbagai manfaat dari journaling yang salah satunya adalah membantu untuk lebih mengenali diri sendiri dan juga memahami bahasa tubuh kita dengan lebih baik.

Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana menulis jurnal yang berkaitan dengan emosi yang sedang dirasakan, cobalah kamu tanyakan 4 pertanyaan penting ini dan jawablah sejujur-jujurnya. Cekidooot…

Langkah awal tenangkan pikiran, pejamkan mata, pahami dengan baik apa yang kamu rasakan, kemudian utarakanlah sejujur-jujurnya. Alih-alih lari darinya, sambutlah emosi tersebut dengan tangan terbuka. Jika kamu merasa takut, marah, sedih, cemas dan perasaan lainnya. Akuilah, jangan menyangkalnya. Jika kamu merasa terpuruk, tidak-apa-apa. Yang terpenting adalah kamu dapat memahami sinyal dari emosimu. Izinkan dirimu untuk membina hubungan yang lebih baik dengan emosimu. Menerapkan mindfulness dalam memahami apa yang dirimu sendiri rasakan akan sangat membantu readers.

Sama halnya jika ada sesuatu yang mengusik pikiranmu, keluarkan. Jangan mengurung emosi tersebut. Lepaskan sesuatu yang mengganjal di pikiranmu.

Jika kamu sudah memahami apa yang kamu rasakan dan pikirkan, mulailah untuk journaling. Tak perlu bingung harus menggunakan gaya tulisan yang seperti apa, ikuti saja alurnya, tuliskan sejujur-jujurnya dan kemudian bacalah kembali apa yang sudah kamu tulis sampai tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal.

Setiap emosi yang muncul pasti ada triggernya. Nah, saatnya kamu mencari apa yang menjadi pemicunya? Misalkan, mengapa kamu merasa stress? Mungkinkah karena tuntutan pekerjaan yang tidak bisa kamu selesaikan dengan baik atau karena circle pertemanan di tempat kerja yang kurang sehat?

Banyak faktor yang bisa menjadi pemicunya. Maka, ulik kembali kejadian sebelum kamu merasa seperti ini.

Jika kamu sudah menemukan triggernya. Maka langkah selanjutnya ialah mencari alternatif pikiran positif yang bisa kamu pikirkan, kemudian tuliskanlah. Dimulai dari mencari kemungkinan-kemungkinan positif yang bisa terjadi, dengan begitu kita bisa fokus pada hal baik kedepannya. Sehingga tidak terjebak dalam emosi dan overthinking yang tidak perlu.

Nah, selanjutnya kamu juga harus meyakini apa yang kamu pikirkan dan tuliskan tersebut. Sehingga itu bisa menjadi pondasi kamu dalam mengelola emosi. Dalam hal ini positive self-talk juga sangat membantu untuk memengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku kita nantinya. Jadi, kamu bisa menerapkannya ya readers.

Yup, dan yang terakhir perubahan atau langkah apa yang bisa mulai kita lakukan? Jika kamu sudah bisa memahami apa yang kamu rasakan, apa yang menjadi penyebabnya dan pikiran positif yang sudah kamu bangun serta kamu yakini maka kamu akan lebih mudah mengambil langkah dan bagaimana bereaksi dengan positif untuk mengendalikan emosi yang sedang terjadi.

Tak perlu terburu-buru, yang terpenting ialah kamu tahu bagaimana harus bersikap dalam mengelola emosi tersebut.

Semoga tips ini dapat membantu kamu yang sedang berjuang untuk mengelola emosi dan tentunya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik kedepannya. Bersabarlah dengan proses yang sedang kamu jalani dan selamat mencoba. Healthy Mind Happy Life 💝

Tinggalkan komentar