
Ini adalah pagi yang cukup berat dimana aku bangun pada pukul 4:50 dengan perasaan sendu. Aku terdiam di atas kasur beberapa menit sebelum ke kamar mandi dan sholat. Perasaan itu masih ada, bertambah komplit. Sedih, kesepian, takut, tidak nyaman dan itu sangat menganggu suasana hatiku pagi ini.
Aku mengisi perut dengan segelas smoothie sebelum memutuskan menghirup udara sejenak, mematikan data seluler dan membiarkan kakiku melangkah kemanapun ia ingin pergi.

Setiap langkah yang kurasakan, suara sepatu yang kupijak, jalanan yang terlihat di depan mata, udara sejuk yang kuhirup dan perasaan yang mengganjal di hati ini semuanya nyata dan dengan penuh kesadaran aku mengalaminya.
Ini adalah kali pertama aku tidak membiarkan pikiranku mengembara. Aku menempatkan perasaan, pikiran dan tubuhku disini. Dimana aku berjalan, merasakannya dengan sadar. Aku mengambil napas beberapa kali sampai aku merasa lebih baik, memungkinkan pikiranku lebih tenang dan memproses emosi apa yang sedang kurasakan.

Aku sama sekali tidak mempertanyakan mengapa perasaan sendu ini mengawali pagiku, aku hanya membiarkannya mengalir dan mengizinkan diriku untiuk merasakan, bukan mengabaikannya seperti yang biasa aku lakukan. Aku berusaha memberi ruang untuk setiap emosi yang datang bahwasanya tidak semua perasaan yang sedang dialami harus memiliki alasan dan menemukan jawabannya saat ini juga.
Sebuah kesadaran yang unik. Di tengah jalan aku menemukan seekor laba-laba. Aku berhenti sejenak, memperhatikan bentuk, corak dan gerak-gerik hewan ber-kaki banyak ini. Jika kulihat dengan saksama, tubuhnya sangat indah, warnanya menawan dan elegan. Hewan yang aku pikir sangat menakutkan ini pun teryata memiliki keunikannya sendiri yang mungkin tidak semua orang menyadarinya karena kita tidak benar-benar memperhatikannya.

Aku melanjutkan perjalananku dan berhenti di sebuah lapangan, duduk diantara keramaian orang berolahraga. Berjemur di bawah mentari yang memulai pagiku dengan perasaan sendu, kehangatannya merasuk melalui pori-pori, keringatku mulai mengucur bersamaan dengan meleburnya perasaan sendu ini.
Tenang, nyaman, damai, seperti hidup kembali. Ketakutan, kesepian, kesedihan, ketidak-nyamanan itu perlahan samar kurasakan. Matahari ini memberiku cahaya dan kesadaran akan betapa pentingnya menjalani hidup ini dengan sadar dengan apa yang sedang kita pikirkan, rasakan dan lakukan. Terutama terhadap hal-hal kecil di sekitar kita.



Tak terasa dua jam yang berarti dan berujung pada pelajaran akan kesadaran ini kulalui. Di perjalanan pulang, aku merasa seperti orang yang baru menemukan kenyataan yang indah (mungkin ini agak lebay sih tapi memang ini yang kurasakan). Ya, mindfulness sangat penting dan butuh dilatih!
Pagi yang tadinya kurasa berat, kini beban itu terangkat dengan ajaibnya. Terkadang saat kita sedang merasa “tidak baik-baik saja”, kita hanya perlu membiarkan perasaan itu mengalir apa adanya. Merasakannya dengan sadar dan tidak menyangkalnya. Toh, hidup tidak akan selalu baik-baik saja, merasakan emosi yang sedang kita alami adalah sebagian dari menjadi manusia.
Sekian dari ceritaku hari ini. Untuk kalian yang mampir di blogku, Terimakasih banyak dan salam hangat. 🙂
