Bagaimana Pengaruh Sugesti Terhadap Diri Sendiri?

Gambar: bibliotheque

Mengapa kita membenci diri sendiri?

Sebuah pertanyaan yang beberapa minggu lalu muncul di benak disaat berbagai masalah datang silih berganti. Mengapa terkadang (ntah disadari atau tidak) kita membenci diri sendiri? Tindakan itu tak akan terjadi tanpa alasan, bukan? Mungkinkah karena kita melakukan sebuah kesalahan? Kecewa dengan kegagalan? Atau hal negatif lainnya yang membuat kita malu dan bahkan marah terhadap diri sendiri. Setiap reaksi akan suatu hal pasti memiliki penyebabnya sendiri.

Beberapa minggu terakhir, aku benar-benar memikirkan hal itu. Rasanya aku begitu membenci diriku karena suatu hal yang selama ini tersugesti dalam pikiran. Berawal dari kejadian beberapa tahun lalu yang mana saat itu aku baru akan menginjak usia 16 tahun dan dihadapkan pada masalah yang aku rasa saat itu terlalu dini untuk menghadapinya tapi kenyataannya aku harus menerima situasi itu dan dituntut untuk bersikap tegar.

Memang, aku berhasil melewati masa-masa sulit itu tapi traumatis dari kejadian beberapa tahun lalu masih ada dan aku merasakannya. Inilah yang terkadang membuatku marah dan membenci diri sendiri. Mengapa aku tidak bisa menangis (lagi)? Tepatnya setelah kejadian itu. Terkadang aku pun tidak mengerti, disaat aku ingin mengekspresikan suasana hati dan melepaskannya dengan cara menangis. Tapi aku selalu gagal, sulit sekali untuk bisa menangis meski sedang dihadapkan pada masalah terberat sekalipun.

Aku merenungkannya dan mengulas balik memoriku beberapa tahun ke belakang yang kurasa pasti ada kejanggalan yang menyebabkan hal ini terjadi. Ya, dugaanku benar. Aku menemukan sesuatu yang selama ini tersugesti dalam pikiran sejak saat kejadian itu. Aku mensugesti pikiranku bahwa “okay, ini memang sulit tapi kamu pasti bisa menghadapinya, kamu kuat kok dan tidak boleh menangis hanya untuk hal seperti ini. tanpa kusadari kalimat ini tertanam di pikiran dan memberi pengaruh yang luar biasa hingga detik ini.

Ya, ternyata sugesti inilah yang menjadi penyebab aku susah menangis. Di satu sisi sugesti ini membantu untuk tidak terbawa suasana saat menghadapi permasalahan, namun di sisi lain ini seperti beban. Dimana aku menyimpan banyak air mata yang seharusnya disalurkan tapi yang ada hanya gang buntu. Tanpa kusadari, sugesti seperti ini membentuk karakter diri yang mana memaksaku untuk selalu bersikap tegar dan menolak emosi-emosi yang muncul akibat permasalahan yang ada. Ya, aku terperangkap ke dalam sugestiku sendiri.

Lalu, bagaimana mengatasi ini?

Setelah membaca beberapa artikel yang membantu, salah satu cara adalah dengan mencoba melepaskan sugesti dengan perlahan, belajar mengontrol pikiran sehingga tidak terdominasi oleh sugesti yang melemahkan. Selain perihal sugesti, aku pun mulai belajar untuk menerima segala siklus emosional yang muncul, mengamati dan memberi waktu diri sendiri untuk memproses perasaan yang sedang dihadapi.

Bisa dibilang aku merenggangkan sugesti ini, tidak menghilangkan seluruhnya. Hanya mengontrol agar sugesti ini tidak menjadi beban. Mengingat bahwa kita telah dianugerahkan pikiran oleh Tuhan untuk kita program sendiri dengan kata-kata yang baik, sugesti yang positif agar apa yang masuk ke dalam pikiran juga hal yang baik karena salah satu yang membentuk realita dalam kehidupan kita ialah sugesti.

Lalu, bagaimana kondisiku setelah merenggangkan sugesti tersebut?

Jujur, aku mulai merasa lebih lega. Setelah menemukan penyebab dan mendapatkan solusinya, aku mulai bisa mengatasi perasaan benci terhadap diri sendiri yang muncul karena tidak bisa menangis. Ya, proses yang aku jalani dengan mencoba merenggangkan sugesti mulai membuahkan hasil. Dimana aku lebih peka terhadap perasaan diri sendiri, meski masih belum bisa menangis dengan sendirinya dalam fase-fase tertentu dan harus dibantu mendengarkan instrumen sedih atau lagu yang mewakilkan suasana hati tapi aku merasakan perubahannya dan bersabar dengan proses yang sedang berlangsung dalam arti mengizinkan diriku untuk melakukan yang terbaik dalam proses ini. Okay, ngga perlu buru-buru. Let it flow dan nikmati prosesnya.

Bagaimana dengan kalian? Apakah juga sedang berjuang untuk sesuatu yang ingin diubah dalam diri atau pikiran? Silahkan berbagi di kolom komentar dan diskusi bersama, yuk.

Healthy Mind Happy Life 💝

Tinggalkan komentar