Sering Mual Ketika Menatap Layar Gadget? Bisa Jadi Kamu Terkena Cybersickness!

Ilustrasi: Istimewa

Pernahkah kamu mengalami sensasi pusing dan mual ketika terlalu lama menatap layar ponsel atau monitor? Ya, rasanya mirip seperti mabuk perjalanan. Bahkan terkadang rasa pusing dan ingin muntah yang begitu kuat sampai mengganggu aktivitas. Nah, bisa jadi kamu terkena cybersickness yang juga banyak dialami sebagian besar generasi milenial.

Apa sih cybersickness itu? Apa hubungannya dengan mual dan pusing? Yuk, cari tau jawabannya di bawah ini.. Cekidot!

Mengenal cybersickness dan penyebabnya

Ilustrasi: Pexels

Cybersickness atau mabuk digital adalah sensasi mual dan pusing yang terjadi ketika menatap layar handphone terlalu lama. Seperti bermain video game, menonton film action dengan pergerakan cepat, scroll layar terus-menerus, mengikuti webinar atau acara virtual dengan waktu yang lama dan kebiasaan menatap layar berjam-jam sangat rentan memicu cybersickness. Kondisi ini terjadi akibat perbedaan setiap individu dalam menggunakan penglihatan untuk mengontrol keseimbangannya

Cybersickness disebut sebagai versi digital dari motion sickness atau mabuk perjalanan. Seperti rasa mual, pusing dan sakit kepala yang dirasakan saat naik kapal atau pesawat. Namun, cybersickness sedikit berbeda karena hanya melibatkan mata dan dipicu secara visual. Itulah mengapa kamu bisa mengalami rasa pusing hanya dengan bermain handphone sambil tiduran atau duduk berjam-jam menatap layar laptop karena tubuh tidak harus bergerak sama sekali untuk mengalami cybersickness.

Maka dari itu sangat penting mengatur waktu pemakaian handphone, laptop maupun tablet dalam kehidupan sehari-hari karena hal ini juga memengaruhi kondisi kesehatan kita. Pasalnya, cybersickness lebih berbahaya dan lebih mudah terjadi pada generasi zaman sekarang karena kepemilikan dari berbagai macam gadget dan cara penggunaannya pula.

Gejala yang dapat terjadi akibat cybersickness

Ilustrasi: Shutterstock
  • Pusing dan mual: Ketidakcocokan input sensorik yang menyebabkan kontradiksi ini dapat menimbulkan sensasi pusing dan mual. Jadi, apa yang dilihat, rasakan dan pikirkan tidak cocok dengan beberapa hal di dalam tubuh sehingga terdapat konflik di antara saluran-saluran sensorik yang berbeda tersebut.
  • Sulit konsentrasi: Akibat pusing dan mual yang dirasakan dapat memengaruhi konsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas yang sedang dilakukan. Karena ketidaknyamanan tersebut membuat kita kelelahan dan sulit untuk fokus.
  • Mata kering: Paparan radiasi yang terlalu lama tidak hanya menyebabkan mata kering, namun juga mata tegang, pandangan kabur dan merasa mudah lelah akibat mata terlalu banyak bekerja selama menatap layar ponsel atau monitor.
  • Pegal-pegal area bahu dan leher: Bermain gadget tak hanya membuat lupa waktu, namun kita juga sering teledor dalam mengatur posisi duduk yang benar. Akibatnya pegal-pegal area bahu serta leher sering terjadi dan membuat tubuh kita tidak fit.

Cara mengatasi cybersickness

Ilustrasi: Dribbble.com

1. Istirahatkan mata

Menatap layar terus-menerus dalam waktu yang cukup lama dapat membuat mata tegang dan kering. Sama halnya dengan badan, mata juga butuh diistirahatkan sejenak dari aktivitas yang melibatkan penglihatan tersebut.

Kamu bisa menerapkan metode 20-20-20-20. Metode ini melihat benda berjarak 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit sekali. Kamu juga bisa membasahi mata dengan menutup mata selama 20 detik atau berkedip sebanyak 20 kali.

Untuk melembabkan bisa menggunakan obat tetes mata, selain itu perhatikan pula posisi layar komputer untuk bekerja. Usahakan posisi dan jarak pandang yang tepat untuk mengurangi resiko mata kering dan lelah.

2. Mengatur penggunaan gadget

Mengatur ritme dan durasi penggunaan ponsel secukupnya atau sesuai kebutuhan diharapkan dapat mengurangi risiko cybersickness. Buat alarm untuk membatasi waktu akses sosmed, agar tak terganggu jangan lupa mematikan notifikasi aplikasi. Kamu juga bisa membuat jadwal hari tanpa media sosial seminggu sekali. Misalkan pada hari minggu saat libur.

Dengan mengatur penggunaan gadget berdampak baik pula pada disiplin gaya hidup yang lebih sehat, pola tidur teratur, lebih banyak menghabiskan waktu di kehidupan nyata dan melatih mindfulness. Agar tak tergoda, maka jauhkan handphone dari jangkauanmu.

3. Kurangi paparan radiasi layar

Tiap layar gadget memancarkan radiasi cahaya biru. Cahaya biru dengan dosis yang cukup tinggi dapat memicu kerusakan pada sel-sel sensitif cahaya di retina. Nah, hal inilah yang mendorong terjadinya cybersickness. Gunakan mode baca atau atur pencahayaan layar agar tidak terlalu terang.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan kacamata anti radiasi saat menatap layar. Juga atur pencahayaan di ruanganmu dengan baik. Jangan menatap layar dalam keadaan lampu mati atau pencahayaan ruangan yang kecil karena dapat merusak kesehatan mata.

Itulah penjelasan mengenai cybersickness yang tidak boleh kamu sepelekan. Kamu bisa mencoba menerapkan tips-tips tersebut untuk mengurangi resiko gangguan kesehatan jangka panjang sehingga kamu bisa jadi lebih sehat dan produktif. Healthy Mind Happy Life 💝

Tinggalkan komentar