Mengenal Sosok Inner Child Dan Cara Mengatasinya. Save Your Future

Mungkin kita sering mendengar kalimat “inner child yang terluka”. Namun, apa sih sebenarnya inner child itu? Apa hubungannya dengan diri kita saat dewasa? Mengapa hal ini penting untuk dibahas dan bagaimana cara mengatasinya?

Maka dari itu, yuk mengenal apa itu inner child, bagaimana mengetahui, dampak dan cara mengatasinya untuk menyelamatkan masa depan diri kita.

Apa itu inner child?

Inner child atau anak batin merupakan sebuah konsep dari psikolog populer yang menggambarkan sisi kekanak-kanakan yang dimiliki setiap orang dewasa atau sederhananya sosok anak-anak yang ada di dalam diri dan menetap hingga kita tumbuh dewasa.

Inner child berperan besar dalam ingatan, pengalaman dan emosi seseorang di masa kecilnya yang mana memengaruhi atau berdampak dalam pengambilan keputusan dan menjalani persoalan kehidupan ketika dewasa. Pada dasarnya, bagian diri kita terbentuk dari pengalaman kehidupan semasa kecil. Pengalaman menyenangkan akan membentuk karakteristik diri yang positif. Sebaliknya, jika pengalaman yang tidak menyenangkan/menyakitkan dapat membuat inner child kita terluka dan menyebabkan trauma atau rasa sakit yang terbawa hingga dewasa. Akibatnya inner child terjebak dan tidak ikut tumbuh dewasa.

Jika semasa kecil kita tercukupi dengan kasih sayang, edukasi yang baik dari orang tua, terbiasa didengarkan, mendapat dukungan, lingkungan yang positif dan hal baik lainnya. Otomatis akan membentuk karakteristik yang positif dalam pertumbuhan kita. Namun, jika kita kurang dukungan emosional, terabaikan oleh orang-orang terdekat, mengalami kekerasan atau hal-hal buruk lainnya dapat memengaruhi proses pertumbuhan diri kita yang lebih ke arah negatif. Dari sinilah inner child memiliki peran membentuk sikap dan perilaku kita dalam merespons situasi. Namun, tidak semua bentuk respons negatif dikarenakan oleh dampak inner child yang terluka, kita perlu melihat situasi tersebut terlebih dahulu.

Sebagian besar orang masih menganggap sepele hal ini. Inner child penting untuk dipahami agar kita menjadi orang yang tidak mudah rapuh dan sensitif serta membentuk kepribadian yang lebih baik.

Penyebab inner child terluka

Ada beberapa faktor yang menyebabkan luka emosional pada inner child dan berdampak di kehidupan dewasa. Peristiwa dan kejadian ini sekilas tampak normal, namun jika seorang anak dibiarkan menghadapinya sendiri maka dapat memengaruhi perkembangan mereka.

Dilansir dari Betterhelp, berikut beberapa faktor inner child yang terluka.

  • Kehilangan orang tua atau sosok figure (panutan)
  • Penelantaran, pengabaian emosional dan pelecehan seksual
  • Penindasan atau bullying
  • Sakit parah
  • Bencana alam
  • Perpisahan keluarga
  • Korban kekerasan
  • KDRT
  • Menjadi pengungsi
  • Penyakit mental anggota keluarga
  • Pemakaian obat-obatan terlarang
  • Merasa terasing dari keluarga

Bagaimana mengetahui inner child terluka?

Pada dasarnya, inner child hanya bisa disadari oleh diri sendiri karena tidak ada yang lebih mengenal kita selain diri kita sendiri. Mengapa, itulah pentingnya meningkatkan kesadaran akan inner child yang dimiliki agar kita mengetahui dan dapat mencari cara agar berdamai dengannya. Namun, jika tidak bisa menemukan inner child yang dimiliki maka meminta bantuan psikolog atau terapis mungkin bisa menjadi solusinya.

Ada beberapa tanda bahwa inner child dalam diri sedang terluka.

  • Merasa ada yang salah dengan diri sendiri
  • Perfectionist
  • Takut ditinggalkan
  • Merasa malu dalam mengekspresikan emosi
  • Sulit mengelola amarah
  • Berusaha menyenangkan semua orang
  • Merasa rendah diri
  • Sering merasa bersalah tanpa alasan
  • Memiliki ketidakpercayaan mendalam terhadap orang lain
  • Tidak pantas untuk bahagia
  • Malu dengan bentuk tubuh

Ada berbagai macam tanda dalam inner child yang terluka, tergantung seberapa dalam trauma yang dialami masing-masing orang.

Baca: Agar hidup lebih tenang dan bahagia. yuk belajar berdamai dengan diri sendiri

Dampak inner child yang terluka

  • Sabotase diri sendiri
  • Perilaku kriminal
  • Perilaku melukai atau merugikan diri sendiri
  • Perilaku pasif-agresif
  • Merasa menjadi korban atau victim mentality syndrom
  • Kesulitan psiko-seksual
  • Memiliki masalah hubungan dengan orang lain
  • Mitomania
  • Manipulatif

Dampak inner child yang dialami setiap orang berbeda-beda, begitu pula penanganan yang dibutuhkan. Maka dari itu, penting bagi kita memahami, mengenali dan mencari solusi untuk inner child yang kita miliki.

Mengatasi inner child

Inner child merupakan salah satu komponen pembentuk karakteristik dari diri dewasa kita. Cara untuk mengatasi inner child yang terluka maka perlu mengetahui, menerima, dan terkoneksi dengan inner child yang ada di dalam diri. Karena sosok ini juga membutuhkan perhatian dari diri kita.

Beberapa cara agar terhubung dengan inner child kita.

1. Berdialog dengan suara hati

Bagi sebagian orang, penyebab luka masa kecil tidak mudah diidentifikasi. Dalam artian, kita sendiri mungkin tidak tahu tepatnya apa pengalaman di masa lalu yang membentuk perasaan-perasaan negatif tertentu yang ada dalam diri kita. Maka dari itu kita perlu mengenali dan memahami apa yang terjadi pada sosok anak-anak dalam diri kita dengan mencoba berdialog dengan suara hati.

Cobalah untuk mendengarkan sosok anak-anak yang ada dalam diri, perhatikan dan rasakan. Mungkin ada sebagian diri yang berusaha keras untuk dipahami dan dimengerti oleh kita. Kita bisa memulai mencoba berkomunikasi, memberikan perhatian, pengertian, kasih sayang sehingga perlahan luka yang selama ini bersembunyi dapat teratasi.

2. Afirmasi positif

Kita bisa memulai untuk mengatakan hal-hal yang memelihara atau positif pada diri sendiri, bisa juga sambil berkaca dan meyakinkan diri. Aku mencintaimu, aku mendengarmu, aku disini bersamamu, maafkan aku, terimakasih, aku memahamimu. Dengan kalimat-kalimat positif tersebut dapat membuat kita merasa lebih baik, menumbuhkan rasa syukur serta bisa merangkul inner child dan berdamai dengannya.

3. Tulis surat untuknya

Menuliskan pengalaman dan perasaan apa yang membuat senang, sedih, apa yang kita sukai dan berbagai emosi lainnya dapat menenangkan diri kita. Dengan menuliskan surat untuknya dapat mengenali inner child apa yang masih mengikuti kita sampai hari ini. Dengan begitu, kita bisa membuka diri untuk memulai hubungan baru yang sehat dengan inner child kita

Sembari menulis surat, kita juga bisa melihat foto masa kecil dan menumbuhkan rasa aman, nyaman, pikiran positif untuk awal pemulihan antara diri kita yang dewasa dengan inner child kita. Ajak sosok anak kecil tersebut ikut merasakan kebahagiaan kita dan rangkul-lah ia. Sehingga kita bisa menerima hal baik maupun hal buruk yang terjadi di masa lalu dan menjadikan kita seseorang yang sadar dengan inner child yang kita miliki dan dapat memperbaikinya.

4. Meditasi atau relaksasi

Gunakan musik-musik relaksasi untuk melakukan meditasi sederhana. Ada sebuah teknik yang bisa dilakukan, yaitu pernapasan 4-7-8. Sembari mendengarkan musik relaksasi, coba tarik nafas melalui hidung dengan kondisi mulut tertutup dalam 4 hitungan. Kemudian, tahan nafas selama 7 hitungan dan hembuskan melalui mulut dalam 8 hitungan. Lakukan dengan rileks dan pejamkan mata agar lebih fokus. Jaga nafas agar tetap teratur.

Setelah kondisi pikiran bawah sadar kita terbuka, coba ajak berbicara sosok kecil itu dan hadirkan momen-momen ketika kita sedang mengalami kejadian menyenangkan maupun menyedihkan, perlahan coba untuk mengingat semuanya. Dari situlah, kita bisa mulai untuk berdamai dengan inner child kita.

5. Berkonsultasi pada ahli profesional

Jika cara-cara tersebut belum bisa membantu mengatasi inner child yang dimiliki maka meminta bantuan psikolog, terapis atau konselor bisa menjadi solusinya.

Pengalaman di masa lalu dapat memberikan pembelajaran yang bermanfaat untuk jangka panjang. Semoga informasi ini dapat meningkatkan kesadaran kita akan inner child yang dimiliki dan bisa membantu berdamai dengannya untuk hidup yang lebih baik. Healthy Mind Happy Life 💝

Tinggalkan komentar