
Brocade atau brokat seringkali diartikan sama dengan lace atau renda. Namun, apakah kamu tahu kalau ternyata 2 kain ini berbeda dan tidak ada sangkut pautnya satu sama lain, meskipun sekilas teksturnya sama.
Terkadang, kita kurang teliti dalam mengamati suatu benda. Jangan sampai ketika kamu mendatangi toko kain untuk membuat sebuah gaun indah lalu salah menyebut jenis kain brocade atau lace yang kamu maksud sehingga menimbulkan kekeliruan dan pastinya akan membuat gaunmu tidak sesuai rancangan seperti yang seharusnya.
Untuk meluruskan kesalahpahaman ini. Berikut perbedaan brocade dan lace yang kebanyakan orang salah menyebut dan mengartikan.
Brocade – Brokat

Definisi: Brocade merupakan bahan tenunan jacquard yang kaya akan motif timbul, namun tidak seperti bordir. Pola brokat ditenun ke dalam kain, jadi kain tenunannya bolak-balik – sangat dekoratif. Biasanya motif brokat berupa bunga-bunga, tanaman dan unsur-unsur alam lainnya yang dibuat dari tenunan benang sutera, benang emas atau benang perak.

Brokat adalah kain ideal yang digunakan untuk busana yang elegan. Kain ini juga populer sebagai bahan kebaya dan gaun pengantin, khususnya dalam desain kontemporer. Beragam ide dan kreativitas lahir dari para desainer dalam mengaplikasikan brokat dengan indah sehingga pesona si pemakai nampak berkelas dan terpancar.
Fitur dari kain brokat keras dan gatal jika bersentuhan dengan kulit, maka harus ada bahan pelapis di bagian dalam brokat untuk memberi kesan nyaman bagi pemakai.
Meskipun selama berabad-abad brokat menjadi pilihan untuk busana formal, namun seiring berjalannya waktu brokat digemari dengan desain lebih simple dan fleksibel untuk acara non-formal sehingga bisa dikenakan oleh semua kalangan dan dalam situasi apapun, tergantung kebutuhan dan kreativitas masing-masing dalam memadu-padankan dengan pakaian lain.
Terdapat beberapa jenis brokat dengan karakter kainnya masing-masing. Jika kamu ingin membuat sebuah desain pakaian, pastikan memilih kain yang sesuai dengan kebutuhan rancanganmu dan terutama pelajari dulu kainnya agar tidak salah memilih bahan ya, girls.


Lace – Renda

Definisi: Lace adalah kain kerawang bermotif dengan lubang terbuka pada kainnya, dibuat menggunakan tangan maupun mesin. Lubang tersebut dibentuk dengan menghilangkan sebagian kain atau benang dari kain tenun sebelumnya hingga membentuk motif anggun yang dinamakan renda.
Renda dikembangkan di Eropa selama abad XIV. Pusat pembuatan renda terkemuka ialah di Italia, Flanders/Belgia dan Perancis. Renda selalu menjadi barang mewah yang mencerminkan selera aristokrasi. Produksinya yang rumit dan memakan waktu menjadikan kain ini memiliki nilai yang tinggi. Gaya renda berkembang selama berabad-abad sebagai respons terhadap perubahan mode.
Renda umumnya dapat digunakan dengan berbagai jenis pakaian, terutama pakaian wanita. Seperti gaun pengantin, blouse, gamis hingga pakaian dalam. Tak hanya itu, renda juga bisa dibuat untuk sarung tangan, hiasan kepala, taplak meja dan perabotan lainnya. Tentunya aplikasi tersebut akan memberi kesan anggun dan feminim, serta menambah nilai estetik pada suatu pakaian.
Sama seperti brokat, renda memiliki berbagai macam jenis dengan sejarah dan kegunaannya masing-masing. Namun, yang paling populer adalah renda Alencon yang biasanya digunakan untuk mengaplikasikan pada sebuah gaun pengantin yang indah dan menawan.


Jadi, gimana girls? Sekarang sudah tahu kan kalau brocade dan lace itu berbeda. Jangan sampai salah menyebut lagi ya… Hehehe. Bagi kamu yang ingin berkecimpung di bidang mode wajib tahu perbedaan 2 kain ini agar memudahkanmu dalam proses membuat sebuah pakaian. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat ya…
